Pada era globalisasi seperti saat ini, keberhasilan sebuah negara dalam dunia olahraga tidak hanya dilihat dari jumlah medali yang diraih, namun juga dari proses pembinaan atlet yang dilakukan. Pembinaan atlet berbasis prestasi menjadi kunci utama dalam meraih medali di kancah internasional.
Menurut Dr. H. Zainal Abidin, M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga KONI, pembinaan atlet berbasis prestasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas atlet Indonesia. “Dengan pendekatan yang tepat, atlet akan mampu bersaing secara sehat dan meraih prestasi gemilang di tingkat internasional,” ujarnya.
Salah satu contoh keberhasilan pembinaan atlet berbasis prestasi adalah program PPLP (Pendidikan Pelatihan Latihan Prestasi) yang telah diterapkan di beberapa cabang olahraga. Menurut data yang dilansir oleh Direktorat Pembinaan Atlet Kemenpora, atlet-atlet yang berasal dari PPLP ini mampu meraih prestasi gemilang di berbagai event olahraga internasional.
Selain itu, pembinaan atlet berbasis prestasi juga melibatkan berbagai pihak terkait seperti pelatih, manajer tim, dan federasi olahraga. Menurut Ir. Agus Santoso, M.Pd., Ketua Umum PB PASI, “Komitmen dan kerja keras dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam membangun atlet berprestasi. Tanpa dukungan semua pihak, sulit bagi atlet untuk meraih medali di kancah internasional.”
Dalam menghadapi persaingan di kancah internasional, pembinaan atlet berbasis prestasi juga harus didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Menurut Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, M.Sc., M.A., Ketua Umum KONI, “Pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang memadai akan membantu dalam meningkatkan performa atlet Indonesia di tingkat internasional.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembinaan atlet berbasis prestasi merupakan kunci sukses dalam meraih medali di kancah internasional. Dukungan dan kerjasama dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan Indonesia tetap bersaing di dunia olahraga global.
