Atlet angkat besi adalah seorang atlet yang terampil dalam olahraga angkat besi. Mereka memiliki tubuh yang kuat dan stamina yang tinggi untuk mengangkat beban yang berat. Namun, seperti atlet lainnya, mereka juga rentan terhadap berbagai penyakit umum yang dapat mengganggu performa mereka.
Salah satu penyakit umum yang sering dihadapi oleh atlet angkat besi adalah cedera otot. Menurut dr. Michael Fredericson, seorang ahli olahraga dari Stanford Health Care, cedera otot sering terjadi pada atlet yang melakukan latihan angkat besi dengan intensitas tinggi. “Cedera otot dapat menghambat performa atlet dan memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama,” ujarnya.
Untuk mengatasi cedera otot, atlet angkat besi perlu melakukan pemanasan yang cukup sebelum latihan, serta melakukan pendinginan setelah latihan. Selain itu, mereka juga perlu istirahat yang cukup dan memperhatikan pola makan yang sehat untuk mempercepat proses pemulihan.
Selain cedera otot, atlet angkat besi juga rentan terhadap penyakit lain seperti flu dan pilek. Menurut dr. Sarah Blakely, seorang dokter spesialis penyakit dalam, atlet angkat besi sering terpapar virus dan bakteri karena sistem kekebalan tubuh mereka sedang dalam kondisi melemah akibat latihan yang intens. “Penting bagi atlet angkat besi untuk menjaga kebersihan diri dan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk menjaga daya tahan tubuh mereka,” jelasnya.
Untuk mengatasi flu dan pilek, atlet angkat besi perlu istirahat yang cukup dan mengonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter. Mereka juga perlu memperbanyak konsumsi air putih dan vitamin C untuk mempercepat proses penyembuhan.
Dengan memperhatikan pola latihan yang benar, menjaga kebersihan diri, dan memperhatikan pola makan yang sehat, atlet angkat besi dapat mengurangi risiko terkena penyakit umum. Sebagai atlet yang ingin meraih prestasi, kesehatan adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Seperti yang dikatakan oleh pelatih terkenal Arnold Schwarzenegger, “Kesehatan adalah modal utama bagi seorang atlet. Tanpa kesehatan yang baik, prestasi yang diinginkan tidak akan tercapai.”
